Kasus Sengketa Perebutan Brand Yang Ada di Indonesia

    Kasus Sengketa Perebutan Brand Yang Ada di Indonesia

    Sengketa perebutan beberapa brand / merek ternama di Indonesia sudah sering terjadi. Setiap kasus perebutan brand tersebut pasti selalu berakhir di pengadilan, masing-masing pihak berjuang untuk memenangkan hak mereka untuk bisa memiliki nama merek / brand tersebut.

    Ya, tentu saja hal ini menjadi hal yang sangat diperdebatkan. Jika sebuah merek sudah branding di kalangan konsumer, tentunya akan sangat mempengaruhi citra & pendatan perusahaan tersebut. Berikut inni adalah kasus terbesar masalah sengketa merek yang terjadi di Indonesia.

    Kasus Sengketa Perebutan Brand Yang Ada di Indonesia

    Sebelum masuk pada pembahasan utama kita, jangan lupa juga untuk membaca berbagai artikel menarik kami lainnya seperti: Merk Tas Branded Terkenal di Dunia.

    3 Kasus Sengketa Merek Terbesar & Ternama di Indonesia

    Kasus Perebutan Brand Yang Ada di Indonesia

    • Unilever vs Orang Tua (OT)

    Kasus yang baru saja sedang ramai diperbincangkan di tanah air adalah perebutan hak paten merek pasta gigi ternama yaitu Unilever vs Orang Tua (OT). Awal mula kasus ini dilaporkan oleh Hardwood, yang keberatan dengan Pepsodent penggunaan merek Pepsodent Strong. Dimana jauh sebelum Pepsodent, Formula Strong sudah menggunakan “Strong” terlbih dahulu.

    Terbukti dari merk “Strong” yang sudah dipatenkan di Ditjen Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM dengan nomor pendaftaran IDM000258478. Hingga akhirnya perusahaan asal Singapura ini menggugat ke PN Jakarta Pusat di tanggal 29 Mei 2020. Dan akhirnya Pepsodent dianggap meniru merek tersebutm, PT Unilever Indonesia Tbk membayar uang biaya sengketa sebesar Rp 30 miliar.

    • Toyota Lexus vs ProLexus

    Kasus kedua datang dari brand 2 mobil ternama di dunia yang banyak ditemukan di Indonesia juga. Perusahaan mobil lokal ProLexus merasa keberatan dengan adanya merek terbaru dari Toyota Lexus. Dengan menggunakan merek Lexus dibagian belakang Toyota tersebut, mengakibatkan perusahaan lokal ProLexus rugi. Banyak masyarakat yang mengira kalau Toyota & ProLexus adalah mitra, sehingga menganggap kalau Toyota Lexus vs ProLexus adalah sama.

    • Slot Online VS Joker123

    Situs joker123 yang tadinya memakai brand joker slot gaming mendapatkan protes dari perusahaan resmi slot online. Banyak pemain yang mengira slot dan joker123 adalah relasi game yang serupa.

    • D&G & GADO S.r.L

    Produk kacamata asal Italia merek D&G yang beredar di masyarakat digugat oleh perusahaan aslinya, GADO S.r.L selaku pemegang merek Domenico DOLCE and Srafeno GABBANA. Kacamata palsu dibuat oleh pengusaha lokal asal Surabaya, Tjandra Djuwito. PN Jakpus pada 21 Juni 2010 menyatakan majelis hakim tidak berwenang mengadili perkata tersebut. Tidak terima dengan putusan tersebut, D&G lalu melayangkan perlawanan kasasi ke MA. Hingga akhirnya MA mengabulkan permohonan D&G.

    Categories: Branding